Electronic

10 Handphone Ter-EKSTRIM

10. Motorola Renegade V950 flip-phone

Ponsel ‘kulit kerang’ Motorola ini desainnya bisa dibilang gak gitu ‘manis’, tapi cukup slim dan sudah di test standar militer US dan mendapat sertifikat spesifikasi 810F yaitu, tahan goncang dan getaran, tahan debu, dan anti percikan air (hujan). Ponsel ini sudah dilengkapi 3G, PTT (push to talk), kamera 2 mp dan bluetooth.

9. Samsung B2700 rugged phone

B2700 dari Samsung ini cocok bagi orang yg punya kegiatan extreme outdoor. Ponsel yg dirancang dengan casing anti benturan keras, goncangan, debu dan lembab ini sudah dilengkapi video call 3G dan lulus standar militer US dengan spesifikasi IP54. Selain itu, ponsel ini juga dilengkapi altimeter dan kamera 2 mp.

8. Motorola i335 rugged phone

Motorola i335 adalah walkie-talkie phone dengan design yg biasa, kecil tapi cukup tangguh. Ponsel ini dirancang dengan spesifikasi standar militer dengan casing yang sebagian besar dibalut bahan seperti karet yg tahan untuk goncangan dan debu dan sudah dilengkapi dengan fasilitas GPS. Tapi sepertinya Ponsel ini blum bisa bicara banyak tentang ketahanan terhadap air.

7. Samsung M110 ‘Solid’

Samsung M110 ini dibalut dengan cover karet yg tebal membuat tangguh dan tahan terhadap goncangan, percikan air dan debu. Sayangnya kesolitan Ponsel ini tidak diikuti feature yg mumpuni. Featurenya masih sangat biasa, yaitu dualband, kamera VGA, edge, dan beberapa fiture yg sekelasnya.

6. Land Rover S1 by Sonim

Setelah mengeluarkan seri X3, sonim kerjasama dengan land rover dan membuat ponsel seri ini yang covernya dibalut dengan casing pelindung yg dibuat dari XENOY yaitu bahan yg dibuat dari bahan plastic bekas daur ulang. Ponsel ini tahan air (dimasukkan air), tahan panas ekstrim dan dingin, dan tahan goncang dan benturan keras. Sayang ane kekurangan informasi tentang feature yg dimunculkan di ponsel ini.

5. G’zOne Type-S military-grade phone

G’zOne Type-S ini lebih kecil dan ramping dari G’zOne boulder, tapi dibekali ketangguhan yang kurang lebih sama dengan pendahulunya itu. Ponsel ini sudah bersertifikat standar militer US dengan spesifikasi 810F yang kurang lebih sama dengan Motorola renegade V950 di atas yaitu tahan percikan air (hujan), goncangan, dan lembab. Sayang feature yg disuguhkan masih biasa, yaitu kamera VGA dan sekelasnya.

4. Motorola i560 rugged phone

Motorola i560 ini bersertifikat standar militer untuk tahan debu, goncangan dan benturan, temperature yg extreme, tekanan rendah dan radiasi matahari. Ponsel ini sudah dilengkapi dengan GPS dan fasilitas untuk walkie-talkie.

3. G’zOne Boulder rugged phone

Verizon G’zOne boulder ini adalah salah satu ponsel yg sangat tangguh dan bersertifikat militer untuk tahan air (masuk ke air), debu, goncangan dan benturan, dan lain-lain. Sedikit masih diatas adiknya G’zOne Type-S. Selain bentuknya yg cukup keren, Ponsel ini dipersenjatai kamera 1.3 mp (cukup lumayan tuk ponsel extreme), EV-DO rev.A (bisa pake smart brarti), PTT, dan fasilitas khusus yaitu akses V cast.

2. Sonim XP1 rugged phone

Teknologi Sonim pabrikan asal swedia ini memang tak diragukan lagi. Ponsel ini bersertifikat militer yaitu untuk tahan benturan, tahan air (masuk ke air), angin, debu, kotor (lumpur dsb), dan temperature yg extreme. Bisa dibilang ponsel ini sangat Extreme. Ponsel ini berani digaransi 3 tahun oleh sonim untuk penggunaan outdoor dan garansi seumur hidup untuk penggunaan indoor atau rumahan !!

1. Sonim XP3 rugged phone

Inilah produk terbaru sonim untuk ponsel ‘sangat extreme’. Ponsel ini pada dasarnya bersertifikat militer 810F, tahan terhadap salinitas (kadar garam tinggi), kelembaban extreme (kabut), benturan extreme, temperature extreme, dan jelas tahan air dan kotor. Ketahanan air yaitu pada kedalaman 1 meter untuk waktu selama 30 menit.

Diskusikan disini : http://kask.us/4741973 oleh red.mild

Leave a comment

Sejarah “Peperangan” Nvidia vs ATI

Di mata para gamer hanya ada 2 produsen chip grafis yang mereka lirik, yaitu Nvidia dan ATI. Baik Nvidia maupun ATI memiliki penggemarnya sendiri. Para fans ATI selalu menganggap bahwa kualitas gambar yang dihasilkan videocard ATI lebih baik dibanding Nvidia. Sedangkan di kubu Nvidia, penggemarnya menyatakan sebaliknya. Betulkah kualitas gambar videocard ATI saat ini lebih baik daripada Nvidia? Simak perbandingan detail berikut ini….

Anggapan mengenai lebih buruknya kualitas gambar videocard Nvidia sebenarnya muncul di tahun 2003, tepatnya ketika Nvidia meluncurkan seri Geforce FX seri 5000 yang notabene sebuah blunder fatal yang tercatat sebagai sejarah hitam di perjalanan karir Nvidia. Buruknya kinerja Geforce FX saat itu membuat Nvidia melakukan trik untuk meningkatkan kinerja dengan menurunkan kualitas gambar. Hal ini justru semakin memperburuk reputasi mereka dan membuka peluang bagi ATI untuk merebut singgasana. Saat itu chip grafis andalan ATI yaitu Radeon seri 9000 terbukti mampu mengalahkan Geforce FX dalam kinerja maupun performa. Di saat itulah anggapan bahwa kualitas gambar videocar ATI lebih baik daripada Nvidia mulai tertanam di hati sanubari para gamer.

Namun kini 3 tahun telah berlalu, dan Nvidia telah melewati mimpi buruknya. Dimulai dari peluncuran Geforce seri 6000 yang membanggakan Shader Model 3, Nvidia mulai berusaha mengalahkan ATI dalam hal kualitas gambar. Di era 2005, Geforce seri 6000 mampu menoreh keunggulan dalam hal dukungan Shader Model 3 dibanding ATI X300/700/800 yang saat itu belum mensupport fitur tersebut.
Sadar akan kelemahan terserbut, di tahun 2006 ATI akhirnya juga memberikan dukungan Shader Model 3 di seri X1000 mereka, sehingga potensi bagi videocard Nvidia dan ATI untuk menghasilkan kualitas gambar yang baik kini sama.

Menyadari hal itu, Nvidia sebagai produsen chip grafis no. 1 tentu tak mau tinggal diam. Serangkaian cara mereka lakukan untuk lebih unggul dibanding ATI. Bila di era 2003 mereka melakukan trik penurunan kualitas gambar yang berujung menjadi sebuah blunder fatal, kini mereka mencari cara lain yang lebih cerdas untuk mengalahkan kualitas gambar videocard ATI. Cara tersebut adalah dengan berkonspirasi bersama para game developer untuk menjatuhkan ATI.

Sebagai produsen chip grafis no.1, Nvidia memiliki segudang uang untuk diselipkan di celah-celah kantong para programmer & game developer. Dengan begitu game buatan mereka akan berpihak ke kubu Nvidia. Atau dengan kata lain kualitas gambar game tersebut akan menjadi lebih buruk bila dijalankan pada videocard ATI.
Nvidia cukup serius dalam menjalankan strategi konspirasi ini. Bahkan mereka mempropagandakan strategi ini sebagai TWIMTBP (The Way It’s Meant To Be Played).
Bila sebuah game menyandang logo TWIMTBP, berarti game tersebut dibuat dengan campur tangan Nvidia di dalamnya, dan sudah dipastikan kualitas gambar / kinerja terbaik hanya akan didapat bila menggunakan videocard Nvidia. Secara logika saja, tentu mustahil bila sebuah game yang disponsori Nvidia ternyata tampilannya sama baiknya bila menggunakan ATI.
Para fans ATI sering berdalih bahwa masalah kompatbilitas/kualitas gambar pada beberapa game adalah masalah driver yang dapat dihilangkan dengan update driver ATI Catalyst, mereka tak menyadari bahwa problem tersebut sebenarnya adalah problem yang berasal dari gamenya dan sengaja dibuat oleh game developernya bagi pengguna ATI. Jadi update driver ATI tidak akan memperbaiki problem tersebut.

Tampaknya strategi konspirasi ini dianggap cukup berhasil oleh Nvidia, sehingga mereka kian hari kian agresif dalam merangkul para game developer. Hingga saat ini, nyaris 90% game yang beredar di pasaran dibuat dengan campur tangan Nvidia di dalamnya.gapan mengenai kualitas gambar videocard ATI lebih unggul daripada Nvidia pupus sudah. Dalam prakteknya, kualitas gambar pada image videocard ATI terlihat lebih buruk dan bermasalah di banyak game.
Hal ini sebenarnya bukan karena ketidak becusan ATI membuat chip grafis, namun karena kelihaian Nvidia dalam menggandeng game developer untuk mensabotase kualitas gambar videocard ATI di banyak game.

Apakah sabotase yang dilakukan Nvidia merupakan kecurangan?
Di mata konsumen, tindakan yang dilakukan oleh Nvidia bukanlah sebuah kecurangan. Sebab konsumen tetap mendapat kualitas gambar terbaik bila menggunakan videocard Nvidia. Nvidia juga sudah memperingatkan di awal game dengan adanya logo atau peringatan bahwa tampilan terbaik hanya akan didapat bila menggunakan videocard Nvidia.
Jadi bila ada pengguna videocard ATI yang kecewa karena “rusaknya” kualitas gambar, itu karena salah mereka sendiri kenapa tidak menggunakan videocard Nvidia untuk bermain game tersebut.

Strategi CEO : Kongkalikong ala asia akhirnya mengalahkan asah otak ala barat

Dalam persaingan kualitas gambar, Nvidia terlihat jauh lebih cerdas & smart dibanding ATI. Di saat para insinyur ATI kerja lembur & banting tulang di dalam lab yang sunyi untuk meningkatkan keunggulan kualitas grafis, para team Nvidia mengajak makan malam para game developer untuk bersama-sama menjatuhkan ATI.
Jamuan makan malam dan berbagai suguhan kenikmatan lainnya membuat para game developer akhirnya rela melakukan apa saja untuk menjatuhkan ATI.
Konspirasi dengan game developer tampaknya merupakan strategi jitu yang dilakukan sang CEO sekaligus pendiri Nvidia yaitu Jen-Hsun Huang.

Dengan konspirasi Nvidia bersama game developer, maka sehebat apapun ATI berinovasi untuk meningkatkan kualitas grafis videocard mereka, hasilnya tetap akan sia-sia saja karena game yang dirilis ternyata tidak memanfaatkan keunggulan yang dimiliki videocard ATI, bahkan kualitas gambar pada videocard ATI malah sengaja diturunkan dengan munculnya berbagai problem.

Dalam perang kualitas gambar, ATI menggembar-gemborkan keunggulan Radeon seri X1xxx dibanding Geforce seri 7 dalam hal kemampuan menjalankan FSAA+HDR secara berbarengan. Sekalipun penggunaan FSAA+HDR akan menurunkan performa secara signifikan sehingga hanya layak diterapkan pada videocard 2 juta, namun Nvidia tentu mewaspadai keunggulan ATI dalam hal ini. Oleh karena itu beberapa game sengaja dirancang (atas pesanan Nvidia) agar tidak bisa menjalankan FSAA+HDR secara berbarengan sekalipun menggunakan ATI X1xxx (misal: Splinter Cell Chaos Theory). Tak hanya itu saja, beberapa game ternyata juga mampu menjalankan FSAA+HDR sekalipun menggunakan Geforce seri 7 (misal: Half Life 2, NFS Most Wanted). Di sini terlihat bahwa keunggulan fitur hardware dapat dimentahkan oleh design programming game. Melalui design programming game itulah Nvidia bersama pembuat game menurunkan (mensabotase) kualitas gambar pada videocard ATI.
Disini terbukti bahwa kenggulan teknis mampu dikalahkan oleh strategi bisnis.

Pepatah lama di dunia balap jalanan mengatakan: “Tidak perlu repot-repot merancang mobil paling cepat bila anda tahu cara jitu untuk menggembosi ban mobil lawan”

Diskusikan disini : http://kask.us/4752946 oleh bakpia82

Incoming search terms:

keunggulan ATI (1),keunggulan ati radeon (1),meningkatkan kinerja ATi (1)

Leave a comment

FIFA Keluarkan Handphone Berbentuk Bola

Apa itu? Apakah sepak bola? Tidak! Sebenarnya, ini adalah ponsel. Saat ini, jutaan penggemar mengikuti Piala Dunia Afrika Selatan. Anda tidak akan pernah melupakan hari-hari yang mendebarkan selama anda melihat olahraga menarik ini, ya kan? Sekarang perhatikan! Kami akan merekomendasikan anda dengan jenis ponsel yang didesain khusus (berbentu bola) untuk Anda. Dengan ponsel ini, berarti Anda akan memiliki Piala Dunia. sepak bola tidak lagi milik Brasil dan Perancis, Anda dapat melakukan kapan saja dan dimana saja.
ponsel berbentuk bola terbuat dari plastik berkualitas tinggi. Ini adalah multi-fungsi ponsel. Dengan layar 1,8 inci, ponsel mendukung Java dan Bluetooth. desain kartu Dual akan memuaskan kebutuhan Anda baik untuk bekerja atau alasan pribadi. ponsel flip ini siap untuk Piala Dunia 2010. Dengan Memiliki ponsel berbentuk bola selama Piala Dunia 2010, Anda akan menjadi fokus publik. Apa yang Anda tunggu? Segera, mari kita menikmati Piala Dunia!

spesifikasi:

* With fashionable and novel design – football shaped, it is convenient to take
* Network: GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 MHz
* Dual SIM Card Dual Standby
* Screen parameter:
- Display size: 1.8 inch
- Resolution: 128 x 160 px
- Screen type: Colorful screen
- Screen color number: 2.6 lac colors
* Support Java
* Bluetooth function
* Camera:
- 1.3 Megapixel
- Image size: 80 x 60 / 160 x 120 / 320 x 240 / 640 x 480
- Camera discription support to shoot AVI with sound, time depends on the storage
* Built-in 4 common games
* Support music play mp3 at background, stereo and equalizer
* Support MP3 / MP4
* Mobile QQ / MSN
* Messaging: SMS / MMS
* Phonebook:
- Sim: 250 entries (Single card)
- Phone: 800 entries
* Storage:
- Support extend card
- Packed with memory card: 2GB
* File Formats:
- Music: MP3, MIDI, WAV, AMR
- Images: JPG, BMP, GIF, PNG
- Videos: 3G, AVI (MPEG)
* These cell phones support keyboard input
* Languages: English and Chinese (Customizable choose other languages)
* Multimedia menu includes: File Manager, Photos, Camera, Image Viewer, Video Recorder, Video Player, Audio Player, Sound Recorder, Sound Effects
* Organizer menu includes: Calendar, To Do, Alarm, World Clock, Currency Converter, Stopwatch
* Extra menu includes: Calculator, Currency Converter, Stopwatch, Bluetooth, Number Dependency, MSN
* Data Transfer & Connectivity:
- Data Transfer: USB / Bluetooth
- GPRS: Yes
* Interfaces:
- 1 x USB Cable / Charger
- 1 x Earphone
* Mobile internet: WAP
* Battery: Lithium Batteries
* Battery standard voltage: 3.7V
* Charge voltage: 4.2V
* Battery standard capacity: 950mAh
* Battery Life:
- Talk Time : 100-160 minutes
- Stand By: 80-150h
* Diameter: 56mm
* This product provides several colors for selecting: Red & Silvery and Black & White. Please write down your preferred choice at checkout.
* Approved: CE / FCC
* After Sales Service: 1 Year Warranty

ok, sekarang kita lihat penampakannya

ponsel bola:

ponsel bola:

ponsel bola:

ponsel bola:

ponsel bola:

Sumber : http://kask.us/4547647 oleh sisry

Leave a comment

i-Dosing, Candu Baru yang Perlu Diwaspadai

Sebuah fenomena baru bernama “i-Dosing” kini mulai merambah anak-anak di internet. Candu digital ini konon memiliki efek memabukan yang sama seperti ganja, kokain, maupun opium. Waspadalah!

Apa sebenarnya i-Dosing itu? Kata “Dosing” di sini tak lain adalah bahasa slank untuk penggunaan obat terlarang. Berhubung fenomena baru ini menyebar di internat, maka digunakanlah istilah “i-Dosing”.

Meskipun tak ada bentuk fisik layaknya obat-obatan terlarang lainnya, namun efek dari “i-Dosing” ini kabarnya sama hebatnya. Orang bisa teler cuma dengan mendengarkan “sesuatu” di internet melalui earphone yang terhubung ke komputer atau alat pemutar musik digital lainnya.

Konon, efek dari kecanduan “obat-obatan” digital ini mulai merambah anak-anak. Untuk mendengarkan musik yang sedikit mendengung namun diklaim bisa membuat seseorang kecanduan ini, pengguna sebelumnya diarahkan untuk membeli sebuah buku panduan berisi 40 halaman di sebuah situs.

“Anak-anak kemudian berduyun-duyun ke situs tersebut hanya untuk melihat tentang apa itu dan nantinya dapat menuntun mereka ke suatu tempat,” ujar juru bicara Biro Narkotika dan Obat Berbahaya Oklahoma, Mark Woodward, seperti dikutip dari Wired, Jumat (16/7/2010).

Sekolah-sekolah di Amerika Serikat sendiri belum menerapkan sanksi ataupun mengirimkan surat pemberitahuan kepada orangtua tentang fenomena baru tersebut. Sejauh ini mereka baru melarang penggunaan iPod di sekolah dengan harapan dapat mencegah kejadian buruk dari candu digital tersebut.

Memang belum dipastikan benar-tidaknya efek ‘i-Dosing’ ini. Namun tidak ada salahnya informasi ini perlu diketahui bagi para orangtua agar lebih waspada dan memperhatikan anak-anak mereka dengan kasih sayang.

Leave a comment